Selasa, 26 Mei 2009

"Tak kenal maka tak sayang"
Itulah pepatah orang tempoe doelu..yang membuat saya pribadi berpikir kembali bahwa pepatah tersebut ada benarnya?? lalu saya coba kait-kaitkan dengan Tuhan semesta alam ini..apakah kita sudah mengenal ALLAH???SIAPA ALLAH,DARI MANA DIA BERASAL,DIMANA ALLAH TINGGAL,DAN BAGAIMANA RUPANYA??sudahkah kita sayang kepadanya melebihi apapun didunia ini??sudahkah kita mengenalnya lebih baik??mudah mudahan saya tidak di katakan kafir dan sesat karena memposting artikel ini..dan mudah mudahan saya sesat dan tahu bahwa dengan jalan sesat tersebut saya bisa kembali ke jalan yang benar..dari pada saya buta dan tuli dan melakukan sesuatu karena prinsip "KATANYA DAN KATANYA"yang tidak tahu dan mengerjakan sesuatu yang tidak tahu maksud dan tujuannya..Saya hanya berusaha mengenal ALLAH dari Zat dan sifatnya??

saya pernah baca hadist yang kurang lebih begini bunyinya"jika kita berusaha mendekati ALLAH dengan merangkak maka dia akan menuju kita dengan berjalan..jika kita berjalan maka ALLAH akan berlari menuju kita.dan klo kita berlari maka...wahhh jawab sendiri dech aku gak kuat jawabnya..kembali ke lap...top??
Apakah kita sudah benar benar mengenal ALLAH??katanya
-"AWWALUDDIN MAKRIFATULLAH"yang artinya Awal agama adalah mengenal Allah..dan -LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya :Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah..
-MAN ARAFA NAFSAHU FAKAT ARAFA RABBAHU Artinya :
Barang siapa mengenal dirinya dia akan mengenal Tuhannya.
-AL INSANNU SIRRI WA ANNA SIRRUHU Artinya :
Manusia itu rahasiaku dan akulah rahasianya.
-WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :
Aku ada didalam Jiwamu mengapa kamu tidak melihat.
-WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :
Aku lebih dekat dari urat nadi lehermu
cobalah contoh para nabi kita yang pada zamannya mereka tidak puas akan dogma dogma agamanya dan mencari jawaban dari pertanyaan yang tidak bisa dia dapatkan dari pemuka agama dan kaumnya di jaman itu ..dan iniilah juga jawaban mengapa tidak ada nabi yang berasal dari pemuka agama..Contohnya Nabi Musa adalah seorang raja, Nabi Isa adalah seorang pengembala domba, Nabi Yusuf adalah seorang budak yang kemudian menjadi raja. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pedagang.
Apa yang salah dari para pemuka agama yang hidup di jaman kenabian sehingga tidak ada yang dipilih menjadi Nabi? apakah karena para pemuka agama sangat yakin dengan apa yang dipegangnya sehingga ia merasa tidak perlu lagi mencari kebenaran? Apakah karena diri mereka sudah “penuh” sehingga tidak ada celah untuk pencerahan?
para Nabi saja yang kehausan akan jati diri tuhannya. Nabi Ibrahim menyendiri dibukit Thur untuk mencari Tuhan-Nya, Nabi Musa menyendiri di Gunung Sinai untuk mencari Tuhan-Nya, begitu juga dengan Nabi Muhammad SAW yang berdiam di Gua Hira..
setelah artikel ini saya posting..terus terang pribadi saya masih banyak pertanyaan di benak saya yang butuh jawaban dan petunjuk yang benaR..jawaban yang hanya bisa diberikan oleh ALLAH..banyak ayat2 yang menurut saya perlu jawaban penjelasan dan sampai saat ini saya belum mengerti..dan mudah2an diantara kita selalu mendapatkan petunjuk yang benar(siratal mustaqim) AMIN..

Nb:mohon pencerahannya.....

2 Comments:

  1. Seti@wan Dirgant@Ra said...
    Postingan ini sudah merupakan pencerahan bagi saya bro,.... Saya tidak bisa komentar.

    saya baru sadar bahwa saya masih perlu banyak belajar dan belajar lagi.
    Seti@wan Dirgant@Ra said...
    makasih udah mampir daeng,... untuk Awardnya dapat diambil DISINI

Post a Comment